Kondom

12 thoughts on “Kondom

  1. tapi nek sate.. enak mbah…. rasah dikulum.. langsung di emplok ae… piye mbah? sepakat ra??? ayo uber donny… dibetheti..

    wes rapi iki rencanane, kari nentuin tgl pembethetan-nya😀

  2. hiiiiiiiiiiiiiiiii… jijay.. capek deh! kondom telah menginternal di pedalaman lah kok masih ada aja yang kampanye kondom sampe perlu pekan kondom.. hehehe

    huehuehueuhue…. pekan kondom bagai 2 sisi mata uang, disatu sisi demi kesehatan, tapi disatu sisi seperti memberi kesempatan untuk free sex. Cape de…

  3. apa bedanya kondom sama permen karet? habis enaknya, dikeluarin, dibuang!

    bukannya itu persamaanya mbak? kalo bedanya ya permen karet makin tebel makin enak, kalo kondom makin tebel makin gak enak :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s