Simplex 1888 (raider or rider series?)
Seperti biasanya setiap pagi saya bersama teman-teman nol sampah dan bike 2 work surabaya selalu nongkrong di Taman Bungkul untuk mengkampayekan kegiatan stop using plastik bag atau stop penggunaan tas kresek. Disetiap ada kesempatan saya juga sering melihat-lihat banyak sekali sepeda-sepeda tua dari berbagai komunitas sepeda tua di surabaya berkumpul disana karena setiap hari minggu jalan di depan taman bungkul yaitu jalan darmo adalah jalan yang terkena aturan Car Free Day.
Hari itu saya melihat kerumunan orang mengelilingi sebuah sepeda. Saya penasaran dengan kerumunan itu dan berusaha mendekati. Dan Ternyata mereka sedang mengerumuni sebuah sepeda yang menurut saya aneh. Pikiran awal saya sepeda itu adalah hasil kreasi seseorang penggila sepeda.
Ternyata Pikiran saya salah besar setelah saya bertanya pada sang empunya sepeda, seorang anak muda yang gaya dandanannya lebih mirip penggila musik hip hop. Dari mulut si empunya itulah saya mendapat informasi bahwa sepeda itu bermerek Simplex (entah raider atau rider) buatan tahun 1888. Sepeda itu adalah warisan ortunya yang didapat dari sebuah pabrik gula di jawa timur. Sepeda itu juga masih 99% orisinil. Dari mulut si empunya pula diceritakan bahwa banyak kolektor yang sudah menawarkan barter sepeda itu dengan sebuah mobil kelas menengah tapi selalu ditolaknya
Saya sempat mengambil foto-foto sepeda itu, jujur saja saya tertarik dengan sepeda itu karena ke eksotisan dan tehnologinya pada jaman itu. Mungkin di antara pembaca ada yang bisa membantu menambahkan informasi mengenai sepeda ini?

simplex 1888

simplex 1888

simplex 1888

1888

simplex 1888

simplex 1888

simplex 1888

simplex 1888

simplex 1888



waw… harganya tembus ratusan juta ikih
budiono
March 29, 2010 at 7:44 am
ya ngunu det, jare wong e wes arep di barter mobil kelas mid end tapi dia gak mau
Mbah sangkil
March 29, 2010 at 8:26 am
Ini sebetulnya sepeda jaman modern, produksi tahun 1952 atau 1953 yang dinamakan Simplex Zweefiets. Kalau melihat karakteristik frame secara detil, saya yakin bahwa sepeda ini adalah sebuah replika yang sangat indah. Salam.
sahidnugroho
March 30, 2010 at 10:21 am
ya tergantung sejarahnya memang…kalo mengadung sejarah bagi empunya ya…ditawar brapapun gak dikasih…pesawatpun gak dikasih….
bgus
August 11, 2010 at 2:43 am
I know I’m a little late in contributing my comments but this particular article made a lot of sense to me and I enjoyed it. It was an intriguing piece. I have become a returning visitor to your blog since I came across your blog a while back. I can’t say that I agree with all you mentioned but it was emphatically engrossing ! I manage a small establishment that arranges financing for businesses in the Houston market. You could say I focus in Houston Commercial Financing and deal with folks that banks don’t lend to anymore. I’m helping to create American jobs so I hope you’ll allow me including my link in this post. I’m always seeking to promote our very special service and am the sort who still believes America keeps getting better and better in spite of our present difficulties. I’m not sure if my earlier comment was successful so I’m attempting again. Thank you again for an enlightening blog post. I will return again soon.
Houston Hard Money
December 7, 2010 at 12:46 pm
Hi this is somewhat of off topic but I was wondering if blogs use WYSIWYG editors or if you have to manually code with HTML. I’m starting a blog soon but have no coding knowledge so I wanted to get guidance from someone with experience. Any help would be greatly appreciated!
web based cron
August 15, 2011 at 9:43 am